Jumat, 21 Oktober 2016

KEWIRAUSAHAAN

            Kewirausahaan (Entrepreneurship) atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Kewirausahaan berasal dari kaa “wira” dan “usaha”, “wira” berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Sedangkan “usaha” berarti “perbuatan untuk mencapai sebuah tujuan”. Jadi secara etimologis/harfiah, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang melakukan perbuatan untuk mencapai sebuh tujuan.
            Wirausahawan mempunyai arti yaitu orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenai produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur pemodalan operasinya. Adapun perilaku wirausahawan yang pertama memiliki rasa percaya diri maksudnya yaitu segala sesuatu yang ia jalankan selalu berpegang teguh pada pendiriannya, tidak bergantung kepada orang lain tapi mampu melakukan dengan sendiri, selalu optimis terhadap semua yang dilakukannya. Yang kedua pengambil resiko maksudnya segala suatu hal yang dilakukan selalu mendapatkan resiko tetapi menghadapi suatu hal seperti itu menjadikan sebuah tantangan tersendiri dan selalu mempunyai inisiatif dalam mengerjakan suatu hal. Yang ketiga mempunyai sifat kepemimpinan maksudnya mampu memberikan suatu pemecahan masalah, mampu menerima saran dan kritikan dari karyawan, dan mampu bersosialisasi dengan karyawan tanpa memandang ia atasan atau bukan.
            Wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi pada akhir abad ke 18. Menurut Mc. Clelland ada beberapa karakteristiknya yaitu
  • keinginan untuk berprestasi,
  • keinginan untuk bertanggung jawab,
  • preferensi kepada resiko-resiko menengah,
  • presepsi kepada kemungkinan berhasil,
  • rangsangan oleh umpan balik,
  • aktivitas energik. Karakteristik wirausahawan sukses dengan n ACh tinggi adalah
  • kemampuan inovatif,
  • toleransi terhadap kemenduaan,
  • keinginan untuk berprestasi,
  • kemampuan perencanaan realistis,
  • kepemimpinan terorientasi kepada tujuan,
  • objektivitas,
  • tanggung jawab probadi,
  • kemampuan beradaptasi,
  • kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrasi
            Menurt Mc Clelland ada 3 kebutuhan dasar untuk mencapai tujuan ekonomi yaitu, yang pertama kebutuhan untuk berprestasi (nAch),  contohnya dorongan untuk melebihi, mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil. Kebutuhan yang kedua kebutuhan untuk berafiliasi (nAfil), contohnya keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab. Kebutuhan yang ketiga kebutuhan untuk berkuasa (n-Pow), contohnya kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya. Sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru antara lain, yang pertama konsumen dengan cara mendapatkan ide usaha baru dari (calon) konsumen, yaitu dengan mencoba memnuhi kebutuhan mereka yang mungkin belum terpenuhi oleh produk/jasa yang telah ada, contohnya kita tahu bahwa konsumen menginginkan adanya jas pemdidikan untuk anak-anak yang dibuat secara customize (khusus), maka kita bisa menawarkan produk jasa bimbingan untuk sistem home schololing
            Kedua perusahaan yang telah ada dengan cara melakukan pengamatan terhadap usaha-usaha yang kira-kira bisa diterima oleh pasar dan melakukan modifikasi atas usaha tersebut sehingga punya keunggulan yang lebih, contohnya kita tahu bahwa batik ternyata  sedang digemari oleh masyarakat, maka kita bisa membuka usaha toko atau produsen batik, teteapi dengan penambahan value tertentu (misalnya merek atau rancangan yang menarik) Ketiga saluran distribusi dengan mendapatkan ide usaha/produk baru dari saluran distribusi karena merekalah yang langsung berhubungan dengan konsumen sehingga biasanya lebih paham tentang keinginan konsumen, contohnya saat inikita sudah memproduksi donat yang dititipkan ke warung-warung (warung disini termasuk saluran distribusi), maka kita bisa meminta masukan dari si pemilik warung, kira-kira jenis jajanan apalagi yang disukai oleh konsumen
            Keempat pemerintah, ide usaha bisa didapat dari berbagai macam peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, contohnya pemerintah mengeluarkan larangan ekspor rotan mentah, maka kita bisa mendirikan usaha pengelolahan rotan. Kelima penelitian dan pengembangan, ide usaha baru seringkali didapat dari hasil penelitian dan pengembangan yang berhasil menemukan produk baru, contohnya berhasil menemukan cara untuk membuat brownies yang enak dari ampas tahu, maka kita bisa mengembangkan penemuan tersebut sebagai usaha baru
            Analisa peluang pokok (break event point) adalah teknik untuk menentukan seberapa banyak satuan yang harus dijual atau seberapa banyak volume penjualan yang harus dicapai agar tercapai posisi pulang pokok (tidak rugi tidak untung). Selain itu, aalisa pulang pokok juga adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi. Analisa pulang pokok umumnya terdiri dari refleksi, pembahasan, pertimbangan dan pembuatan keputusan relatif terhadap 7 unsur pokok. Masing-masing unsur dan definisinya adalah sebagai berikut :
  • Biaya Tetap
Biaya tetap adalah pengeluaran yang diadakan olej generasi tanpa melihat jumlah  produk yang dihasilkan.
  • Biaya Variabel
Biaya variabel adalah pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang  dihasilkan.
  • Biaya Total
 Biaya total adalah total biaya total dan biaya variabel yang berkaitan dengan produksi.
  • Pendapatan Total
 Pendapatan total adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari  penjualan produk.
  • Keuntungan
 Keuntungan didefinisikan sebagai jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang      yang dijual.
  • Kerugian
 Kerugian adalah jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari          penjualan barang tersebut.
  • Titik pulang pokok
 Tititk pulang pokok didefinisikan sebagai situasi dimana pendapatan total organisasi sama dengan biaya          totalnya.

Pembagian bentuk-bentuk kepemilikan, serta keuntungan dan kerugian, yaitu :
  • Perusahaan Perseorangan
Perusahaan persorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
  • Persekutuan
Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dan dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
  • Perseroan
Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
  • Koperasi
Koperasi adalah  bisnis yangberanggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi meiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudsnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
            langkah-langkah dalam penyediaan sumber daya manusia dan tahap-tahap proses seleksi yaitu sebagai berikut,
  • Perekrutan (Recruitment)
Penarikan tenaga kerja adalah suatu proses penyaringan awal dari calon SDM yang tersedia untuk mengisi suatu poisisi.
  • Seleksi
Seleksi adalah pemilihan individu untuk dipilih lagi secara spesifik dari semua individu yang telah direkrut. Terdapat dua tahap yang harus dilalui untuk lulus seleksi yaitu, ujian (testing) dan pusat penilaian ( assessment centers). Tujuan dari testing adalah untuk meningkatkan keberhasilan pemilihan sumber daya manusia yang sesuai bagi organisasi kewirausahawan.


  • Pelatihan (Training)
Pelatihan adalah proses pengembangan kualitas SDM yang pada akhirnta akan membuat sumber daya tersebut menjadi lebih produktif dan, karenanya bisa menyumbang bagi pencapaian tujuan organisasional. Oleh karena itu, tujuan dari pelatihan adalah untuk meningkatkan produktivitas dari individu-individu dalam tugas mereka dengan mempengaruhi perilaku mereka.
  • Penilaian Hasil Kerja
Penilaian Hasil Kerja adalah proses menelaah aktivitas produktif individu-individu dimasa lalu untuk mngevaluasi sumbangan yang mereka buat dalam mencapai tujuan sistem manajemen. Seperti halnya engan pelatihan, penilaian hasil dengan pelatihan, penilaian hasil kerja adalah aktivitas yang bersifat continue dan dipusatkan pada SDM yang relative baru maupun yang sudah mapan dalam organisasi kewirausahaan.


DAFTAR PUSTAKA