Kewirausahaan
(Entrepreneurship) atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi,
mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa
ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil
akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada
kondisi risiko atau ketidakpastian. Kewirausahaan memiliki arti yang
berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat
dan penekanannya. Kewirausahaan berasal dari kaa “wira” dan “usaha”, “wira”
berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani
dan berwatak agung. Sedangkan “usaha” berarti “perbuatan untuk mencapai sebuah
tujuan”. Jadi secara etimologis/harfiah, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan
yang melakukan perbuatan untuk mencapai sebuh tujuan.
Wirausahawan
mempunyai arti yaitu orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan
pandai atau berbakat mengenai produk baru, menentukan cara produksi baru,
menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta
mengatur pemodalan operasinya. Adapun perilaku wirausahawan yang pertama memiliki
rasa percaya diri maksudnya yaitu segala sesuatu yang ia jalankan selalu
berpegang teguh pada pendiriannya, tidak bergantung kepada orang lain tapi
mampu melakukan dengan sendiri, selalu optimis terhadap semua yang
dilakukannya. Yang kedua pengambil resiko maksudnya segala suatu hal yang
dilakukan selalu mendapatkan resiko tetapi menghadapi suatu hal seperti itu
menjadikan sebuah tantangan tersendiri dan selalu mempunyai inisiatif dalam
mengerjakan suatu hal. Yang ketiga mempunyai sifat kepemimpinan maksudnya mampu
memberikan suatu pemecahan masalah, mampu menerima saran dan kritikan dari
karyawan, dan mampu bersosialisasi dengan karyawan tanpa memandang ia atasan
atau bukan.
Wirausahawan
dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi pada akhir abad
ke 18. Menurut Mc. Clelland ada beberapa karakteristiknya yaitu
- keinginan
untuk berprestasi,
- keinginan
untuk bertanggung jawab,
- preferensi
kepada resiko-resiko menengah,
- presepsi
kepada kemungkinan berhasil,
- rangsangan
oleh umpan balik,
- aktivitas
energik. Karakteristik wirausahawan sukses dengan n ACh tinggi adalah
- kemampuan
inovatif,
- toleransi
terhadap kemenduaan,
- keinginan
untuk berprestasi,
- kemampuan
perencanaan realistis,
- kepemimpinan
terorientasi kepada tujuan,
- objektivitas,
- tanggung
jawab probadi,
- kemampuan
beradaptasi,
- kemampuan
sebagai pengorganisasi dan administrasi
Menurt
Mc Clelland ada 3 kebutuhan dasar untuk mencapai tujuan ekonomi yaitu, yang
pertama kebutuhan untuk berprestasi (nAch),
contohnya dorongan untuk melebihi, mencapai standar-standar, berusaha
keras untuk berhasil. Kebutuhan yang kedua kebutuhan untuk berafiliasi (nAfil),
contohnya keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan
akrab. Kebutuhan yang ketiga kebutuhan untuk berkuasa (n-Pow), contohnya kebutuhan
untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak
akan berperilaku sebaliknya. Sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha
baru antara lain, yang pertama konsumen dengan cara mendapatkan ide usaha baru
dari (calon) konsumen, yaitu dengan mencoba memnuhi kebutuhan mereka yang
mungkin belum terpenuhi oleh produk/jasa yang telah ada, contohnya kita tahu
bahwa konsumen menginginkan adanya jas pemdidikan untuk anak-anak yang dibuat
secara customize (khusus), maka kita bisa menawarkan produk jasa bimbingan
untuk sistem home schololing
Kedua
perusahaan yang telah ada dengan cara melakukan pengamatan terhadap usaha-usaha
yang kira-kira bisa diterima oleh pasar dan melakukan modifikasi atas usaha
tersebut sehingga punya keunggulan yang lebih, contohnya kita tahu bahwa batik
ternyata sedang digemari oleh
masyarakat, maka kita bisa membuka usaha toko atau produsen batik, teteapi
dengan penambahan value tertentu (misalnya merek atau rancangan yang menarik) Ketiga
saluran distribusi dengan mendapatkan ide usaha/produk baru dari saluran
distribusi karena merekalah yang langsung berhubungan dengan konsumen sehingga
biasanya lebih paham tentang keinginan konsumen, contohnya saat inikita sudah
memproduksi donat yang dititipkan ke warung-warung (warung disini termasuk
saluran distribusi), maka kita bisa meminta masukan dari si pemilik warung,
kira-kira jenis jajanan apalagi yang disukai oleh konsumen
Keempat
pemerintah, ide usaha bisa didapat dari berbagai macam peraturan yang
dikeluarkan oleh pemerintah, contohnya pemerintah mengeluarkan larangan ekspor
rotan mentah, maka kita bisa mendirikan usaha pengelolahan rotan. Kelima
penelitian dan pengembangan, ide usaha baru seringkali didapat dari hasil
penelitian dan pengembangan yang berhasil menemukan produk baru, contohnya
berhasil menemukan cara untuk membuat brownies yang enak dari ampas tahu, maka
kita bisa mengembangkan penemuan tersebut sebagai usaha baru
Analisa
peluang pokok (break event point) adalah teknik untuk menentukan seberapa
banyak satuan yang harus dijual atau seberapa banyak volume penjualan yang
harus dicapai agar tercapai posisi pulang pokok (tidak rugi tidak untung).
Selain itu, aalisa pulang pokok juga adalah proses menghasilkan informasi yang
mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan
berbagai tingkat produksi. Analisa pulang pokok umumnya terdiri dari refleksi,
pembahasan, pertimbangan dan pembuatan keputusan relatif terhadap 7 unsur
pokok. Masing-masing unsur dan definisinya adalah sebagai berikut :
- Biaya Tetap
Biaya
tetap adalah pengeluaran yang diadakan olej generasi tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan.
- Biaya
Variabel
Biaya
variabel adalah pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan.
- Biaya Total
Biaya
total adalah total biaya total dan biaya variabel yang berkaitan dengan
produksi.
- Pendapatan
Total
Pendapatan
total adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk.
- Keuntungan
Keuntungan
didefinisikan sebagai jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual.
- Kerugian
Kerugian
adalah jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang
tersebut.
- Titik
pulang pokok
Tititk
pulang pokok didefinisikan sebagai situasi dimana pendapatan total organisasi sama dengan biaya totalnya.
Pembagian bentuk-bentuk kepemilikan,
serta keuntungan dan kerugian, yaitu :
- Perusahaan
Perseorangan
Perusahaan persorangan adalah bisnis
yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan
memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila
bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian
itu.
- Persekutuan
Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana
dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan
profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota
persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan
dan dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
- Perseroan
Perseroan adalah bisnis yang
kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur.
Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
- Koperasi
Koperasi adalah bisnis yangberanggotakan orang-orang atau
badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip
koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas
kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Karateristik
utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi
meiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudsnya anggota koperasi merupakan
pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
langkah-langkah
dalam penyediaan sumber daya manusia dan tahap-tahap proses seleksi yaitu
sebagai berikut,
- Perekrutan
(Recruitment)
Penarikan tenaga kerja adalah suatu
proses penyaringan awal dari calon SDM yang tersedia untuk mengisi suatu
poisisi.
- Seleksi
Seleksi adalah pemilihan individu untuk
dipilih lagi secara spesifik dari semua individu yang telah direkrut. Terdapat
dua tahap yang harus dilalui untuk lulus seleksi yaitu, ujian (testing) dan
pusat penilaian ( assessment centers). Tujuan dari testing adalah untuk
meningkatkan keberhasilan pemilihan sumber daya manusia yang sesuai bagi
organisasi kewirausahawan.
- Pelatihan
(Training)
Pelatihan adalah proses pengembangan
kualitas SDM yang pada akhirnta akan membuat sumber daya tersebut menjadi lebih
produktif dan, karenanya bisa menyumbang bagi pencapaian tujuan organisasional.
Oleh karena itu, tujuan dari pelatihan adalah untuk meningkatkan produktivitas dari
individu-individu dalam tugas mereka dengan mempengaruhi perilaku mereka.
- Penilaian
Hasil Kerja
Penilaian Hasil Kerja adalah proses
menelaah aktivitas produktif individu-individu dimasa lalu untuk mngevaluasi
sumbangan yang mereka buat dalam mencapai tujuan sistem manajemen. Seperti
halnya engan pelatihan, penilaian hasil dengan pelatihan, penilaian hasil kerja
adalah aktivitas yang bersifat continue dan dipusatkan pada SDM yang relative
baru maupun yang sudah mapan dalam organisasi kewirausahaan.
DAFTAR
PUSTAKA